Beranda | Artikel
Obat Paling Ampuh untuk Ujub dan Sombong yang Jarang Kita Sadari – Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Mayuf #nasehatulamayufid
9 jam lalu

“Dan bersyukurlah kepada Allah.”(QS. Al-Baqarah: 172) Bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa bihamdihi dengan mengakui nikmat-Nya. “Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka itu dari Allah.” (QS. An-Nahl: 53)

Juga dengan menyebutnya melalui lisan kalian, serta dengan beramal saleh dengan anggota badan. Karena hakikat syukur adalah harus diterapkan dengan amal saleh. Mengakui nikmat Allah itu keharusan, ini tidaklah diragukan. Menyebutkannya dengan lisan juga keharusan, ini tidak pula disangsikan.

Namun seluruh amal dan ketaatan yang dikerjakan manusia tidak lain merupakan wujud syukur kepada Rabbnya atas nikmat yang telah Dia berikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima amal kecuali yang baik. Dan Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan apa yang Dia perintahkan kepada para rasul. Allah berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik, dan lakukanlah amal saleh.’” (HR. At-Tirmidzi).

Mengapa Allah tidak mengatakan ‘bersyukurlah’? Karena amal saleh itulah bentuk syukur. Amal saleh adalah wujud syukur. “Makanlah dari yang baik-baik, dan lakukanlah amal saleh!” (QS. Al-Mukminun: 51) Dan Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian, dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kalian menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 172). Amal saleh adalah bentuk syukur, agar manusia tidak takjub dengan dirinya yang lemah saat melakukan amal. Barang siapa yang bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat dari-Nya, tidak akan takjub dengan diri sendiri. Tidak akan!

Allah Ta’ala berfirman, “Karena itu, hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan jadilah termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS. Az-Zumar: 66). Orang yang bersyukur mengetahui bahwa Allah memberinya banyak karunia, bagaimana dia akan takjub dengan dirinya. Maka dari itu, di antara obat takjub terhadap diri sendiri dan amalan adalah dengan mengingat nikmat-nikmat Allah, dan bersyukur kepada Allah Sang Pemberi nikmat.

Kamu salat, bersedekah, berpuasa, dan beramal saleh, tapi semua itu tidak terjadikecuali dengan taufik, kemudahan, dan pertolongan dari Allah. Maka apa kewajibanmu terhadap hal ini? Bersyukur kepada Allah atas nikmat ini. Dengan begitu apakah kamu masih akan takjub dengan amalanmu?! Apakah dirimu membuatmu takjub?! Tidak mungkin, ketika itu kamu tidak akan punya sifat ujub!

Oleh sebab itu, saudara-saudara! Kita obati sifat ujub dengan apa? Dengan bersyukur. Kita mengobatinya dengan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “Beramallah…” Lanjutkan ayat ini! “Beramallah, wahai keluarga Daud, sebagai bentuk syukur.” Lanjutkan lagi! “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba: 13).

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bersyukur, wahai Dzat Yang Maha Pengasih. Jadi, hakikat syukur adalah amal saleh yang kita kerjakan.

=====

وَاشْكُرُوْا لِلَّهِ اُشْكُرُوْهُ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ بِالِاعْتِرَافِ بِنِعْمَتِهِ وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

وَبِالتَّلَفُّظِ بِهَا بِأَلْسِنَتِكُمْ وَبِالْعَمَلِ بِهَذِهِ الْجَوَارِحِ فَإِنَّ الشُّكْرَ عَمَلٌ وَلَا بُدَّ الِاعْتِرَافُ مَطْلُوبٌ لَا شَكَّ وَالنُّطْقُ بِاللِّسَانِ مَطْلُوبٌ لَا رَيْبَ

وَلَكِن الْعَمَلُ وَكُلُّ الطَّاعَاتِ مَا يَعْمَلُهَا الْإِنْسَانُ إِلَّا شُكْرًا لِرَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ مِنَ النِّعَمِ قَالَ تَعَالَى أَوْ بَلْ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا

مَا قَالَ اُشْكُرُوْهُ لِيْه؟ لِأَنَّ الْعَمَلَ هُوَ الشُّكْرُ الْعَمَلُ هُوَ أَيشْ؟ هُوَ الشُّكْرُ لُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا وَقَالَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ فَالْعَمَلُ شُكْرٌ حَتَّى لَا يُعْجَبَ الْإِنْسَانُ الضَّعِيْفُ بِنَفْسِهِ إِذَا هُوَ عَمِلَ عَمَلًا مَنْ يَشْكُرْ اللَّهَ عَلَى نِعَمِهِ لَا يُعْجَبُ بِنَفْسِهِ أَبَدًا

قَالَ تَعَالَى بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ الشَّاكِرُ يَعْرِفُ لِرَبِّهِ الْمِنَّةَ فَكَيْفَ يُعْجَبُ بِمَاذَا؟ بِنَفْسِهِ وَلِهَذَا مِنْ دَوَاءِ الْعُجْبِ بِالنَّفْسِ وَبِالْعَمَلِ اسْتِذْكَارُ النِّعَمِ وَاسْتِحْضَارُهَا وَشُكْرُ الْمُنْعِمِ بِهَا سُبْحَانَهُ

أَنْتَ ذَهَبْتَ وَصَلَّيْتَ وَتَصَدَّقْتَ وَصُمْتَ وَعَمِلْتَ مَا عَمِلْتَ إِلَّا بِتَوْفِيْقٍ وَتَيْسِيْرٍ وَإِعَانَةٍ مِنَ اللَّهِ فَالْوَاجِبُ عَلَيْكَ إِزَاءَ هَذَا أَيْش؟ أَنْ تَشْكُرَ اللَّهَ عَلَى هَذِهِ النِّعْمَةِ وَبِالتَّالِي هَلْ تُعْجَبُ بِأَعْمَالِكَ؟ هَلْ تُعْجِبُكَ نَفْسُكَ؟ أَبَدًا لَا يَكُونُ عِنْدَكَ عُجْبٌ

وَلِهَذَا يَا إِخْوَانِي نُدَاوِي الْعُجْبَ بِأَيِّ شَيْءٍ بِالشُّكْر نُدَاوِيهِ بِشُكْرِ اللَّهِ عَلَى نِعَمِهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ قَالَ تَعَالَى اعْمَلُوا كَمِّلُوا الْآيَةَ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا كَمِّلُوا وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ فَالشُّكْرُ فِي حَقِيقَتِهِ هُوَ الْعَمَلُ الصَّالِحُ الَّذِي تَعْمَلُهُ


Artikel asli: https://nasehat.net/obat-paling-ampuh-untuk-ujub-sombong-yang-jarang-kita-sadari-syaikh-muhammad-bin-abdullah-al-mayuf-nasehatulamayufid/